>
Apakah Anda menginginkannya karena
Anda tahu dia akan selalu di samping Anda? —
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian.
Apakah Anda masih bersama dia karena semua orang menginginkannya? —
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan.
Apakah Anda menerima pernyataan cintanya,
karena Anda tidak mau menyakiti hatinya? —
Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan.
Apakah Anda bersedia untuk memberikan semua yang anda sukai deminya? —
Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati.
Apakah Anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri
dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dan sangat membutakan? —
Itulah cinta . .. .
Apakah Anda masih menerima kesalahan mereka,
karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya? —
Itulah cinta . . .
Apakah Anda tertarik pada orang lain
tapi masih bersamanya dengan setia? —
Itulah cinta . . . .
Apakah Anda rela memberikan hati Anda,
kehidupan Anda, dan kematian Anda? —
Itulah cinta . . . .
Apakah hati Anda tercabik bila dia sedih? —
Itulah cinta . . .
Apakah Anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar? —
Itulah cinta . . .
Apakah matanya melihat hati Anda yang sesungguhnya
dan menyentuh jiwa Anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri? —
Itulah cinta . . .
Sekarang, kalau kita tahu bahwa cinta itu menyakitkan
dan menyiksa kita sebegitu rupa, lalu kenapa kita masih juga mencintai?
Kesakitan ini…… penderitaan ini..?
Mengapa hal ini adalah hal yang kita cari dan ingini?
Semua penyiksaan ini, sebuah kematian terhadap ego dan kepribadian sendiri? Mengapa???
Semua ini disebabkan oleh………. CINTA